Sejarah Kaum Sodom dan Gomora, Tragedi Homoseksual - Setelah sebelumnya kami memaparkan tentang sejarah Hollywood, kali ini kami akan bergeser sedikit ke Eropa untuk mengupas tentang sejarah Kaum Sodom dan Gomora yang merupakan asal mula kehidupan Homoseksual. Sejarah kaum sodom dan Gomora merupakan tragedi kelam pada sepanjang peradaban manusia.
Perilaku seks menyimpang bukanlah masalah yang
baru muncul. Dalam sejarah peradaban manusia, perilaku seks menyimpang atau
homoseksual, biseksual, dan penyimpangan lainnya sudah dikenal umat Israel
sejak zaman Abraham di mana Kota Sodom dan Gomora menjadi sasaran murka Allah
atau Yahye.
Apakah perilaku itu dibiarkan dan dianggap gaya
hidup yang biasa? Alkitab dan juga Alquran pun mengisahkan Allah membenci dan
murka atas perilaku tersebut hingga akhirnya dua kota di zaman sebelum Masehi
itu dimusnahkan oleh Allah.
Gambaran Sodom dan Amora (Gomora) dari Nuremberg
Chronicle oleh Hartmann Schedel, 1493. Menggambarkan istri Lot (Nabi Luth),
telah ditukarkan menjadi setiang garam.
Sodom dan Gomora adalah kisah yang tertulis di dalam Kitab Kejadian dan al-Quran, Sodom (bahasa Arab: سدوم Sadūm,bahasa Ibrani: סְדוֹם, Standar Sədom Tiberias Səḏôm, Bahasa Yunani: Σόδομα Sódoma) dan Amora (bahasa Arab: عمورة ʿAmūrah, bahasa Ibrani: עֲמוֹרָה, Standar ʿAmora Tiberias Ġəmôrāh Ămôrāh, bahasa Yunani: Γόμορρα Gómorra) atau Gomora (bahasa Ibrani: עֲמוֹרָה, Standar ʿAmora Tiberias Ġəmôrāh/ʿĂmôrāh), dan bahasa Inggris Gomorrah.
Sodom dan Gomora adalah kisah yang tertulis di dalam Kitab Kejadian dan al-Quran, Sodom (bahasa Arab: سدوم Sadūm,bahasa Ibrani: סְדוֹם, Standar Sədom Tiberias Səḏôm, Bahasa Yunani: Σόδομα Sódoma) dan Amora (bahasa Arab: عمورة ʿAmūrah, bahasa Ibrani: עֲמוֹרָה, Standar ʿAmora Tiberias Ġəmôrāh Ămôrāh, bahasa Yunani: Γόμορρα Gómorra) atau Gomora (bahasa Ibrani: עֲמוֹרָה, Standar ʿAmora Tiberias Ġəmôrāh/ʿĂmôrāh), dan bahasa Inggris Gomorrah.
Sodom dan Amora adalah dua kota besar yang
dimusnahkan oleh Allah dalam Kitab Kejadian di Alkitab Ibrani dan Perjanjian
Lama di Alkitab Kristen. Dikarenakan oleh dosa-dosa penduduk Sodom dan Gomora
(Amora), "Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan
Gomora, berasal dari Tuhan, dari langit. Dan ditunggangbalikkan-Nyalah
kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta
tumbuh-tumbuhan di tanah." (Kejadian 19:24-25).
![]() |
patung Kaum Sodom |
Dalam agama Kristen dan Islam, nama-nama mereka
menjadi bersinonim dengan dosa besar yang tak terampuni, yang menjatuhkan
mereka ke dalam kemusnahan akibat murka Allah (Yudas 1:7, Qur'an.
Istilah ini telah digunakan sebagai kata yang
mengacu kepada dosa dan penyelewengan seksual. Kisah tersebut telah membentuk
kata-kata baru dalam berbagai bahasa di seluruh dunia, termasuk perkataan dalam
bahasa Melayu dan bahasa Indonesia yakni "menyodomi", suatu istilah
yang digunakan untuk menjelaskan hubungan anal seks, dan juga hubungan seks
seperti binatang.
Pandangan Yahudi
Pertama kalinya Sodom
dan Gomora dicatat dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen
sebagai bagian dari wilayah orang-orang Kanaan, keturunan Ham putra Nuh. Sodom
adalah salah suatu kumpulan dari lima kota besar, Pentapolis: Sodom, Gomora,
Adma, Zeboim, dan Bela yang juga disebut Zoar (Kejadian 19:22). Daerah
Pentapolis secara kolektif juga disebut sebagai "kota-kota Lembah
Yordan" (Kejadian 13:12) karena mereka semua terletak di tepi Sungai
Yordan, di daerah yang merupakan batas selatan tanah Kanaan. Lot, seorang
keponakan dari Abraham (Nabi Ibrahim) memilih untuk tinggal di kota Sodom
karena masih banyak lahan untuk merumput bagi ternak-ternaknya. (Kejadian
13:5-11)
Dalam Kejadian 14
dikisahkan bahwa Lot, anak saudara Abram, beserta harta bendanya, dibawa musuh,
lalu mereka pergi—sebab Lot itu diam di Sodom. Abraham, dalam upayanya
menyelamatkan Lot, merebut kembali harta benda kota Sodom dan Gomora dari tangan
Kedorlaomer dan para raja yang bersama-sama dengan dia. Ketika raja Sodom
menawarkan untuk memberikan hadiah kepada Abraham, Abraham menolak menerimanya.
Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.
Tetapi kata Abram kepada raja negeri Sodom itu: "Aku bersumpah demi Tuhan, Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi: Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.
Kalau aku, jangan
sekali-kali! Hanya apa yang telah dimakan oleh bujang-bujang ini dan juga
bagian orang-orang yang pergi bersama-sama dengan aku, yakni Aner, Eskol dan
Mamre, biarlah mereka itu mengambil bagiannya masing-masing." (Kejadian
14:22-24).
Kebinasaan
Dalam
Kejadian 18, Allah memberitahu Abraham bahwa sudah ada rencana untuk
membinasakan kota Sodom dan Gomora karena kejahatan yang banyak dilakukan di
sana.
Berfirmanlah Tuhan: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."(Kejadian 18:20-21)
Berfirmanlah Tuhan: "Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya. Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka telah berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya."(Kejadian 18:20-21)
Firman-Nya: "Aku
tidak akan memusnahkannya karena yang sepuluh itu." Lalu pergilah TUHAN,
setelah Ia selesai berfirman kepada Abraham; dan kembalilah Abraham ke tempat
tinggalnya.(Kejadian 18:32-33). Ternyata kota itu tidak memiliki 10 orang
benar, sehingga akhirnya Allah membinasakan kota-kota itu.
Dalam kitab Kejadian
19, dikisahkan bahwa kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot
sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia
menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah, dan mengundang
mereka untuk bermalam di rumahnya.
Kedua malaikat itu
menjawab: "Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang." Tetapi karena
ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya,
kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak
beragi, lalu mereka makan.
Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang
Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. Mereka berseru kepada Lot: "Di manakah orang-orang
Lot menolak untuk
memberikan para tamunya ke penduduk Sodom. Sebagai gantinya, Lot menawarkan
mereka dua anak perempuannya yang masih gadis, untuk diperlakukan sesuka mereka
akan tetapi mereka menolak dan lebih memilih laki-laki daripada perempuan.
Mereka berkata:
"Enyahlah!" Lagi kata mereka: "Orang ini datang ke sini sebagai
orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya
engkau lebih daripada kedua orang itu!" Lalu mereka mendesak orang itu,
yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu.
Tetapi kedua malaikat
itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup
pintu. Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu,
dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari
pintu.
Lalu kedua malaikat itu berkata kepada Lot: "Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini, sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan Tuhan; sebab itulah Tuhan mengutus kami untuk memusnahkannya."
Lalu kedua malaikat itu berkata kepada Lot: "Siapakah kaummu yang ada di sini lagi? Menantu atau anakmu laki-laki, anakmu perempuan, atau siapa saja kaummu di kota ini, bawalah mereka keluar dari tempat ini, sebab kami akan memusnahkan tempat ini, karena banyak keluh kesah orang tentang kota ini di hadapan Tuhan; sebab itulah Tuhan mengutus kami untuk memusnahkannya."
Keluarlah Lot, lalu
berbicara dengan kedua bakal menantunya, yang akan kawin dengan kedua anaknya
perempuan, katanya: "Bangunlah, keluarlah dari tempat ini, sebab TUHAN
akan memusnahkan kota ini." Tetapi ia dipandang oleh kedua bakal
menantunya itu sebagai orang yang berolok-olok saja.
Ketika fajar telah
menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya:
"Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya
engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini." Ketika ia berlambat-lambat, maka
tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang
itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke
luar kota dan melepaskannya di sana.
Sesudah kedua orang
itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah,
selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di
manapun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati
lenyap." Lot takut kalau harus lari ke pegunungan, pastilah dia dan
keluarganya akan tersusul oleh bencana itu, sehingga mati, maka ia memohon agar
diizinkan lari ke sebuah kota kecil yang di dekat Sodom.
Sahut malaikat itu
kepadanya: "Baiklah, dalam hal inipun permintaanmu akan kuterima dengan
baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum
engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
Matahari telah terbit
menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar. Kemudian Tuhan menurunkan hujan
belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari Tuhan, dari langit; dan
ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk
kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
Tetapi isteri Lot,
yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya
perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia
dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
Ketika Abraham
pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, dan memandang ke
arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah
asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan.
Demikianlah pada
waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan
kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu
dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.
Rujukan dalam bagian Alkitab Ibrani
Musa mengingatkan
bangsanya dalam pengajaran penghabisannya, agar belajar dari kebejatan Sodom
dan Gomora untuk menjauhi yang jahat dan agar mematuhi perintah Allah, dalam
dua kutipan:
Seluruh tanahnya yang
telah hangus oleh belerang dan garam, yang tidak ditaburi, tidak menumbuhkan
apa-apa dan tidak ada tumbuh-tumbuhan apapun yang timbul daripadanya, seperti
pada waktu ditunggangbalikkan-Nya Sodom, Gomora, Adma dan Zeboim, yakni yang
ditunggangbalikkan TUHAN dalam murka dan kepanasan amarah-Nya
Sesungguhnya, pohon anggur mereka berasal dari pohon anggur Sodom, dan dari kebun-kebun Gomora; buah anggur mereka adalah buah anggur yang beracun, pahit gugusan-gugusannya.
Sejumlah nabi-nabi Israel juga menggunakan kebinasaan Sodom dan Gomora untuk memperingatkan rakyatnya dan menubuatkan malapetaka bagi mereka yang memusuhi Allah. Nabi-nabi tersebut termasuk: Yesaya, Yeremia,Yehezkiel, Amos, dan Zefanya.
Sesungguhnya, pohon anggur mereka berasal dari pohon anggur Sodom, dan dari kebun-kebun Gomora; buah anggur mereka adalah buah anggur yang beracun, pahit gugusan-gugusannya.
Sejumlah nabi-nabi Israel juga menggunakan kebinasaan Sodom dan Gomora untuk memperingatkan rakyatnya dan menubuatkan malapetaka bagi mereka yang memusuhi Allah. Nabi-nabi tersebut termasuk: Yesaya, Yeremia,Yehezkiel, Amos, dan Zefanya.
Pandangan Kristen
Yesus
Kristus beberapa kali menyebut nama kota Sodom dan Gomora serta merujuk kepada
kisah kebinasaannya. Dengan demikian Yesus meyakini kebenaran catatan Kitab
Kejadian atas peristiwa ini. Kebinasaan kota Sodom dan Gomora dipakai-Nya
menjadi peringatan untuk bertobat, seperti tertulis dalam Injil Matius dan
Injil Lukas sebagai berikut:
"Aku [Yesus] berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu."
"Aku [Yesus] berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu."
"Dan engkau
Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan
diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi
mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih
berdiri sampai hari ini."
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu."
"Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu."
"Aku berkata
kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota
itu."
"Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua."
"Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua."
Rasul Paulus mengutip
ayat dari Kitab Yesaya yang merujuk kepada kebinasaan kota Sodom dan Gomora
dalam suratnya kepada jemaat di kota Roma:
Dan seperti yang
dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak
meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama
seperti Gomora."
Simon Petrus, seorang dari keduabelas Rasul pertama Yesus Kristus juga mengacu kepada kebinasaan kedua kota ini dengan api:
Simon Petrus, seorang dari keduabelas Rasul pertama Yesus Kristus juga mengacu kepada kebinasaan kedua kota ini dengan api:
Dan jikalau Allah
membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api, dan dengan demikian
memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasik
pada masa-masa kemudian
Rasul Yudas, saudara
Yesus Yesus Kristus, menulis dalam suratnya mengenang kebejatan dan penghukuman
atas kedua kota ini:
Sama seperti Sodom
dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan
percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung
siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
Rasul Yohanes, yang
seperti Simon Petrus, merupakan salah satu yang terkemuka di antara kedua belas
Rasul pertama Yesus Kristus, menerima wahyu mengenai masa depan yang merujuk
kepada nama kota "Sodom" sebagai nama sandi suatu kota besar yang
bejat:
Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
Dan mayat mereka akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan.
Pandangan Islam
Menurut
pandangan Islam, keponakan dari Nabi Ibrahim yang bernama Luth atau Lot (bahasa
Arab: لوط Luth) yaitu seorang rasul. Menurut al-Quran, Nabi Luth (atau Lot)
telah diutus sebagai seorang nabi untuk memberi peringatan kepada umatnya
yaitu, penduduk Sodom (bahasa Arab: سدوم Sadūm) dan Amora (bahasa Arab: عمورة
ʿAmūrah) untuk memperbaiki tingkah laku mereka yang menyimpang.
Kisah ini tertulis
dalam surat Hud, yakni surat ke-11 dalam al-Quran; makna utama dari surat Hud
ialah cerita-cerita tentang para nabi yang diutus untuk memberi peringatan dan
petunjuk kepada umat mereka untuk menyembah hanya kepada Allah, lalu kemudian
Allah menghukum mereka karena keingkarannya.
Alquran tidak
memberikan perincian lebih lanjut tentang perincian kisah mengenai kaum Nabi
Luth. Namun makna kisahnya adalah Nabi Luth menawarkan anak perempuannya,
tetapi mereka tidak berminat dan mengatakan bahwa Nabi Luth "tahu apa yang
kami mau", yakni mereka lebih memilih laki-laki daripada perempuan.
Digabungkan dengan
keterangan Kitab Injil, Sodom dan Amora dalam Islam juga merujuk kepada
homoseksual. Informasi lebih lanjut bisa dilihat pada surat Hud:
“Maka tatkala rasa
takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun
bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.
Sesungguhnya Ibrahim
itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada
Allah.
Hai Ibrahim,
tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan
sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak,
dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit." dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas, dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji[. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"
dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: "Ini adalah hari yang amat sulit." dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas, dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji[. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?"
Mereka menjawab:
"Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan[30]
terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang
sebenarnya kami kehendaki."
Luth berkata:
"Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku
dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)."
Para utusan
(malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan
Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu
pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan
janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali istrimu.
Sesungguhnya dia akan
ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada
mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?".
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. ”
Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi, yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim. ”
Perbedaan utama di
antara Nabi Luth menurut pandangan Islam dan Lot dalam Alkitab adalah bahwa
Alkitab menuliskan cerita bahwa nabi Luth atau Lot dalam keadaan tidak sadar
berhubungan atau besetubuh selayaknya sepasang suami istri dengan kedua anak
perempuannya, yang jelas bahwa kisah tersebut ditolak dalam syariat Islam.
Dikarenakan bahwa
Nabi Luth merupakan seorang nabi Allah, dan nabi-nabi Islam dianggap tidak akan
melanggar hukum yang diberikan Allah, Nabi Luth pasti tidak akan pernah
melakukan hubungan persetubuhan dengan seorang yang masih mahramnya seperti itu.
Sebagian ahli tafsir Islam menganggap bahwa penawaran anak perempuan Nabi Luth kepada kaumnya selayaknya suatu penawaran wanita kepada lelaki pada umumnya, dan bukan hanya bermakna anak perempuannya saja, tetapi lebih luas dari itu.
Sebagian ahli tafsir Islam menganggap bahwa penawaran anak perempuan Nabi Luth kepada kaumnya selayaknya suatu penawaran wanita kepada lelaki pada umumnya, dan bukan hanya bermakna anak perempuannya saja, tetapi lebih luas dari itu.
Pandangan Arkeologi
Sekelompok
tim arkeologi yang dipimpin oleh Steven Collins dari Trinity Southwest
University, New Mexico, Amerika Serikat pada bulan September 2015 mengumumkan
bahwa mereka menemukan situs reruntuhan kota Sodom.Laporan yang dimuat dalam
majalah "Popular Archaeology" itu menyatakan bahwa dari ekskavasi
selama 10 tahun di Tall el-Hammam, mereka menemukan struktur bangunan-bangunan
masif dan banyak artefak dari suatu kota-negara besar dari Zaman Perunggu yang
menguasai lembah sungai Yordan bagian selatan.
Menurut Collins, Tall
el-Hammam nampaknya cocok dengan setiap kriteria kota Sodom menurut teks-teks
kuno, di mana kota itu adalah yang terbesar di Kikkar ("Disk" atau
"piringan" Yordan, atau "dataran yang banyak airnya"
menurut Alkitab) di antara kota-kota di sebelah timur sungai Yordan.
Bekas-bekas kota di Middle Ghor (lembah Yordan selatan) ini paling sedikit lima
sampai 10 kali lebih besar dari kota-kota lain dari Zaman Perunggu di seluruh
wilayah, termasuk di luar Kikkar, Yordan.
Digambarkannya bahwa
situs ini terdiri dari kota atas dan kota bawah dengan ciri-ciri Zaman Perunggu
Awal (3500 - 2350 SM) yang terbukti dari adanya tembok kota setebal 5,2 meter,
yang dibangun kembali semakin kuat setelah adanya gempa bumi, mencapai ketinggian
10 meter dan terbuat seluruhnya dari batu bata tanah liat (mudbrick), yang
dilengkapi dengan pintu-pintu gerbang, menara-menara, dan paling sedikit satu
jalan raya, dan sejumlah plaza.
Selama Zaman Perunggu
Pertengahan (2000 - 1540 SM), bangunan-bangunan baru, lebih besar lagi dari
zaman awal, menggantikan bangunan-bangunan lama. Untuk memperkuat kota atas,
penghuni dari Zaman Perunggu Pertengahan membangun suatu sistem pertahanan dari
batu bata yang besar, membutuhkan jutaan batu bata dan banyak pekerja. Sisi
atas yang rata dari sistem pertahanan itu lebarnya sekitar 7 meter (22 kaki),
dan kemungkinan merupakan jalur melingkar di sekeliling kota atas.
Di sisi luar tembok
pertahanan itu ada tempat pijakan kaki kira-kira 250m x 400m. Lereng menurun 36
derajat ditutupi dengan tanah liat yang dikeraskan dan menjulang lebih dari 30
meter (100 kaki) di atas kota bawah. Sistem yang sangat mengagumkan dan kuat
itu melindungi penduduk kota yang kaya, termasuk istana raja dan kuil-kuil
serta gedung-gedung administratif.
Namun berdasarkan
bukti dari penggalian arkeologi, kemakmuran kota ini nampaknya berakhir
mendadak menjelang akhir Zaman Perunggu Pertengahan, di mana kemudian kota ini
menjadi tanah tandus selama 700 tahun tanpa tanda-tanda pemukiman manusia. Hal
ini terlihat dari tidak adanya materi dari Zaman Perunggu Akhir, yang juga
diamati dari kota-kota kecil di sekitarnya. Kemungkinan besar suatu bencana
alam besar secara tiba-tiba menimpa kota-kota itu.
Kehidupan di daerah
sekitar situs kuno ini muncul lagi setelah 700 tahun, dengan adanya sejumlah
bangunan dari Zaman Besi II (1000 - 332 SM), misalnya pintu gerbang monumental,
tembok kota, gedung monumental, rumah-rumah dan pusat pemujaan.
Struktur-struktur ini dibangun berabad-abad kemudian dalam ukuran jauh lebih
kecil dan tidak pernah menyamai atau mengembalikan konstruksi Zaman Perunggu.
By : Fangirl
Demikianlah Sejarah Kaum Sodom dan Gomora yang menceritakan tentang Tragedi Homoseksual. Jangan lupa juga untuk menyimak sejarah Hollywood yang sempat kami bahas pada artikel sebelumnya.